Kolaborasi Kemenag, KUA & LAZNAS Yatim Mandiri Wujudkan Kampung Zakat, Dorong Ekonomi Umat dari Desa Mranggon Lawang
DRINGU – Sinergi lintas sektor mewarnai gebrakan pemberdayaan umat di Kecamatan Dringu. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dringu bersama LAZNAS Yatim Mandiri menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi pembentukan Tim Pelaksana Kampung Zakat Desa Mranggon Lawang, Kamis (30/7/2026) di Aula KUA Dringu. Pertemuan strategis ini menghadirkan unsur penyuluh agama, perangkat desa, Fatayat NU, hingga tim fasilitator lapangan dalam satu visi besar: menjadikan zakat sebagai penggerak utama kemandirian ekonomi masyarakat.
Kampung Zakat bukan sekadar program seremonial, melainkan inisiatif prioritas Kementerian Agama RI yang dirancang untuk memberdayakan dan mensejahterakan ekonomi umat melalui tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak nyata. Kegiatan ini sejalan dengan program unggulan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, yakni SAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat) , yang mengusung pendekatan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan solutif bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan yang diusung tidak lagi bersifat konsumtif, melainkan produktif—memberdayakan mustahik agar perlahan naik kelas menjadi muzaki, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang berkeadilan dari level desa.
Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara ketika Kepala KUA Kecamatan Dringu, Muhtar, S.Ag, menyampaikan sambutan penuh semangat. "Kampung Zakat adalah bukti nyata negara hadir mengelola zakat untuk kemaslahatan umat, dan ini sangat sejalan dengan program SAHABAT yang digaungkan Kemenag Kabupaten Probolinggo. KUA berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pendampingan program ini, mulai dari hulu hingga hilir. Kolaborasi inilah yang akan memastikan setiap rupiah zakat benar-benar sampai ke tangan yang berhak dengan cara yang bermartabat," tegasnya di hadapan para peserta.
Sambutan berikutnya datang dari Kepala Desa Mranggon Lawang yang didampingi Kaur Kesra. Dengan optimisme tinggi, ia menyatakan kesiapan desanya menjadi lokomotif perubahan. "Kami siap menjadi percontohan Kampung Zakat se-Kecamatan Dringu. Potensi zakat dan sedekah di desa kami sangat terbuka lebar. Dengan sinergi bersama KUA dan Yatim Mandiri yang juga terintegrasi dengan program SAHABAT, kami yakin dampaknya akan langsung dirasakan oleh warga miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa. Ini momentum emas bagi desa kami," ucapnya penuh haru.
Memasuki sesi pembinaan, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I, yang didampingi staf Endro Cahyono dan Winarko Hadi Sularso, memberikan penguatan fundamental sekaligus menegaskan keterkaitan program ini dengan SAHABAT. "Kampung Zakat adalah program strategis nasional dengan pijakan kuat UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, dan kami bangga karena kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program SAHABAT di tingkat desa. Kami tidak ingin zakat hanya berputar sebagai bantuan musiman. Target kami adalah menurunkan angka kemiskinan melalui pemberdayaan berkelanjutan. Kolaborasi antara Kemenag, KUA, dan Yatim Mandiri di sini adalah sinergi yang patut diapresiasi dan ditiru daerah lain," paparnya dengan lugas dan berapi-api.
Sesi pemaparan teknis kemudian diserahkan kepada dua narasumber utama. Abd. Hafid, MPd, selaku PIC dari Penyuluh Agama Islam Kecamatan Dringu, membeberkan strategi pendataan dan pemetaan potensi. "Kami akan turun langsung ke basis-basis warga, melakukan pendataan akurat hingga level rumah tangga. Tujuannya agar tidak ada mustahik yang terlewat dan tidak ada zakat yang meleset sasaran. Ini pekerjaan besar, tapi kami siap bergerak cepat. Semua ini kami lakukan dalam rangka mendukung program SAHABAT yang mengusung semangat solusi hadir bagi umat," jelasnya. Ratna Fitriani, Fasilitator Lapangan LAZNAS Yatim Mandiri, menambahkan visi pendampingan yang lebih humanis. "Yatim Mandiri datang bukan untuk memberi ikan, tapi mengajarkan cara memancing. Kami dampingi masyarakat dengan program pemberdayaan berbasis potensi lokal, hingga mereka benar-benar berdiri di kaki sendiri. Kampung Zakat bukan tujuan akhir, melainkan titik start menuju kemandirian, dan ini selaras dengan semangat SAHABAT yang mengedepankan kehadiran solutif bagi umat," ungkapnya penuh keyakinan.
Hasil dari rakor yang berlangsung interaktif ini melahirkan dua keputusan strategis. Pertama, resmi dibentuk Tim Pelaksana Kampung Zakat yang terdiri atas unsur KUA, Pemerintah Desa Mranggon Lawang, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Dringu, perwakilan Fatayat NU, serta pendamping dari Yatim Mandiri. Kedua, seluruh pihak sepakat untuk segera menyusun proposal kegiatan yang komprehensif—sebagai panduan operasional sekaligus dokumen pengajuan dukungan pendanaan dari berbagai pemangku kepentingan.
Dengan terbentuknya tim dan komitmen bersama, Kampung Zakat Desa Mranggon Lawang kini resmi melangkah ke fase aksi. Program kolaboratif ini menjadi perwujudan nyata dari komitmen Kementerian Agama RI serta implementasi konkret program unggulan SAHABAT Kabupaten Probolinggo dalam menciptakan ekonomi umat yang adil, mandiri, dan berdaya saing. Desa Mranggon Lawang pun diharapkan menjelma menjadi ikon baru pemberdayaan berbasis zakat, sekaligus inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo untuk turut menggerakkan perubahan dari akar rumput.(YZ)
Komentar
Posting Komentar