KAMPUNG ZAKAT BERDAYA UMAT SEJAHTERA : Kolaborasi UPZ Kemenag, KUA dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo Bentuk Kampung Zakat di Desa Gili


Rabu, 13 Mei 2026 – Dalam upaya x kumenanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, UPZ Kemenag bersama BAZNAS Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan kolaborasi program pendayagunaan zakat dan pengembangan wakaf. Kegiatan ini juga melibatkan KUA, IPARI, APRI, serta berbagai stakeholder dalam rangka program pemberdayaan ekonomi umat berbasis KUA. Fokus utama dari sinergi ini adalah pembentukan Kampung Zakat di Desa Gili Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Rombongan dari BAZNAS Kabupaten Probolinggo yang hadir antara lain Abdul Hamid, Mudhofir, dan Atho' beserta staf. Sementara dari instansi Kementerian Agama (Kemenag) hadir Imamudin Nur Fajri (Kasi Bimais), Yazid Zain (GARAZAWA), Moh. As'adi (Kasi Pendma), Ansori (Kasi PD Pontren), serta Wawan Ali Suhudi (Ketua APRI sekaligus Kepala KUA Kecamatan Sumberasih) beserta staf. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh H. Ahmad dan keluarga, selaku tokoh agama sekaligus tuan rumah di lokasi kegiatan.

Kegiatan inti selanjutnya adalah penjajakan potensi wilayah oleh tim BAZNAS & UPZ Kemenag. Penjajakan ini mencakup beberapa aspek penting, yaitu: potensi ekonomi berupa kegiatan ekonomi masyarakat setempat, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pendukung, potensi sumber daya alam dan lingkungan, data dhuafa/mustahik yang dapat diikutsertakan dalam program pemberdayaan, serta mitigasi hambatan dan tantangan yang mungkin muncul di lapangan. Berdasarkan data tersebut, tim akan menyusun kegiatan pemberdayaan ekonomi yang berbasis kebijakan lokal, mudah dilaksanakan, serta efektif untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam sambutannya, Yazid Zain dari Kemenag menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini. Menurutnya, program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. "Kami ingin menciptakan Kampung Zakat yang mandiri, di mana masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diberdayakan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan berbasis KUA," ujar Yazid.

Sementara itu, Abdul Hamid selaku perwakilan BAZNAS Kabupaten Probolinggo menekankan peran penting BAZNAS dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola zakat secara produktif. "Melalui Kampung Zakat, kami hadir tidak sekadar menyalurkan, tetapi juga memberdayakan masyarakat miskin agar mampu keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan. Wakaf pun kami kembangkan untuk mendukung fasilitas ekonomi umat," tegas Abdul Hamid.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis masjid dan KUA yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan tokoh masyarakat menjadi kunci sukses dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.(YZ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Purna Tugas Penyuluh Agama Islam Fungsional: Penghormatan atas Dedikasi dan Pengabdian

EMPAT AKTA IKRAR WAKAF DITERBITKAN, EMPAT BIDANG TANAH SAH DIWAKAFKAN UNTUK MASJID BAITUR ROHMAH PUSPAN MARON