Kemenag Kabupaten Probolinggo Fasilitasi Pergantian Nazhir MI Miftahul Ulum oleh BWI : WAKAF MILIK ALLAH YANG DIJAGA NEGARA DAN AGAMA
Probolinggo, 23 Juli 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pendidikan Islam MI Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun Mangga RT 002 RW 001, Desa Sentulan, Kecamatan Banyuanyar, pada hari Kamis (23/7). Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Probolinggo menggelar prosesi fasilitasi pergantian nazhir atas tanah wakaf seluas 2.190 m² yang merupakan bagian dari total 10.400 m².
Pergantian nazhir ini dilakukan karena sebab pengurus Nazhir ada yang meninggal dunia dan mengundurkannya diri, sehingga diperlukan pengelola baru yang amanah dan kompeten untuk melanjutkan pengurusan aset wakaf pendidikan tersebut. Kegiatan dipimpin langsung oleh Yazid Zain selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo yang juga menjabat sebagai Sekretaris BWI Perwakilan Kabupaten Probolinggo.
Rangkaian acara diawali dengan pelantikan dan pengambilan sumpah nazhir baru, dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen resmi pergantian pengelolaan, serta pembinaan mendalam bagi para nazhir guna memastikan pengelolaan wakaf yang produktif dan sesuai dengan ketentuan syariah serta peraturan perundang-undangan. Dalam arahan dan pembinaannya, Yazid Zain menekankan, "Saya ingin mengingatkan bapak-bapak dan hadirin sekalian, bahwa wakaf ini adalah milik Allah SWT. Ketika seseorang mengikrarkan hartanya untuk wakaf, maka kepemilikan dunianya telah terputus secara permanen dan tidak bisa lagi ditarik kembali—karena itu semua adalah hak prerogatif Allah yang harus dijaga amanahnya."
Lebih lanjut, Yazid Zain mengingatkan bahwa penerbitan Akta Ikrar Wakaf (AIW) saja tidak cukup. "Saudara-saudara wajib segera menindaklanjuti dengan mengurus Sertifikat Wakaf, karena ini adalah bentuk perlindungan hukum yang sangat penting untuk memberikan kepastian status dan kekuatan hukum yang sah, sehingga tanah ini tidak mudah diganggu gugat oleh pihak mana pun di masa depan," tegasnya.
Yazid Zain juga menegaskan bahwa wakaf dijaga oleh dua benteng besar : Negara melalui regulasi dan perundang-undangan yang berlaku, serta Agama melalui nilai-nilai syariah yang mengikat secara moral dan spiritual. Ia berpesan agar para nazhir mengelola harta umat ini dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan profesional.
Menyambut arahan tersebut, Ustadz Syafiuddin selaku Pengurus Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuanyar menyampaikan apresiasi dan dukungannya dengan penuh semangat, "Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenag dan BWI yang telah memfasilitasi pergantian nazhir ini dengan sangat baik dan tertib. Kami dari LWP MWCNU Banyuanyar sepenuhnya mendukung langkah ini, karena kami yakin bahwa pengelolaan wakaf yang profesional dan bersertifikat adalah kunci untuk menjaga keberkahan dan keberlanjutan aset umat. Kami siap bersinergi dan mendampingi para nazhir baru agar amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan pendidikan Islam di Banyuanyar." Pernyataan Ustadz Syafiuddin tersebut disambut mewakili seluruh peserta yang hadir, menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam menjaga aset wakaf.
Sebagai representasi jajaran nazhir baru, Ust. Salim turut menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus, "Kami selaku nazhir baru mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Kemenag Kabupaten Probolinggo dan BWI Perwakilan Kabupaten Probolinggo yang telah mempermudah dan memperlancar seluruh proses pergantian nazhir ini. Kami juga berterima kasih kepada KUA Banyuanyar dan seluruh tokoh agama serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kepercayaannya kepada kami. Semoga amanah ini dapat kami jalankan dengan sebaik-baiknya, dan kami mohon doa serta bimbingan dari semua pihak agar pengelolaan wakaf MI Miftahul Ulum ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya bagi kemajuan pendidikan anak-anak di desa ini." Pernyataan dari Ust. Salim tersebut mendapatkan sambutan hangat dari seluruh hadirin, menandakan terjalinnya sinergi yang kuat antara nazhir, pemerintah, dan masyarakat.
Pembinaan yang kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama sebagai dokumentasi. Acara yang berlangsung lancar ini turut dihadiri oleh Endro Cahyono dan Winarko Hadi Sularso selaku Staff Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag; Nasir (Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Banyuanyar sekaligus Bendahara Perwakilan BWI Kabupaten Probolinggo); Lailatus Sa'adah, Zainuddin, Junaidi, dan Hizbullah (Penyuluh Agama Islam P3K KUA Banyuanyar); Siti Nur Fatimah (Mahasiswi PPL UNZAH Genggong); serta jajaran nazhir baru, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Dengan pergantian nazhir ini, diharapkan pengelolaan aset wakaf pendidikan di MI Miftahul Ulum semakin profesional dan produktif, serta terus memberikan keberkahan dan manfaat luas bagi kemajuan pendidikan agama Islam di Kecamatan Banyuanyar.(YZ)
Komentar
Posting Komentar