Harmonisasi Program Pemberdayaan: LAZNAS Yatim Mandiri dan Kemenag Kabupaten Probolinggo Sepakati Penguatan Tata Kelola ZISWAF Berbasis Regulasi

Probolinggo, 16 April 2026 – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan menyelaraskan program-program pemberdayaan, LAZNAS Yatim Mandiri melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi lintas sektor ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Bertempat di ruang GARAZAWA, rombongan Yatim Mandiri yang terdiri atas Rosiin S.Pd (Kepala Cabang), Fuad Azhari, S.Ag (Lead Program), dan Ratna Fitriyani (Fasilitator Pemberdayaan) disambut hangat oleh Yazid Zain, Penyelenggara Zakat dan Wakaf beserta staf, Yenny Ilma, serta Anshori selaku Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Kunjungan yang berlangsung pada Kamis pagi ini menjadi momentum strategis untuk membangun jembatan kolaborasi antara lembaga filantropi dan pemerintah daerah di bidang keagamaan.

Rombongan Yatim Mandiri menyampaikan maksud kedatangan mereka sebagai upaya menjalin dan memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus melakukan konsultasi terkait pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWaf) yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kepala Cabang Yatim Mandiri Kabupaten Probolinggo, Rosiin S.Pd, menjelaskan secara lugas, “Koordinasi lintas sektor ini kami maksudkan agar pengelolaan ZISWaf tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan riil masyarakat melalui sinergi program antara Yatim Mandiri dan berbagai bidang yang ada di Kementerian Agama. Kami ingin memastikan setiap langkah program selaras dengan kebijakan dan prioritas Kemenag.”

Sementara itu, Fasilitator Pemberdayaan Yatim Mandiri, Ratna Fitriyani, menguraikan tujuan lebih jauh dari koordinasi tersebut. Dengan penuh semangat, ia menyampaikan, “Tujuan utama dari koordinasi lintas sektor ini adalah mewujudkan sinergi dan keselarasan program antara Yatim Mandiri dan Kemenag, serta menguatkan kolaborasi lintas bidang keagamaan. Kami berharap melalui pertemuan ini, program-program pemberdayaan seperti beasiswa yatim, pelatihan wirausaha, dan pendampingan keluarga prasejahtera dapat terintegrasi dengan program Kemenag, sehingga dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.”

Menyambut pemaparan dari pihak Yatim Mandiri, Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo memberikan apresiasi yang mendalam. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan, “Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Yatim Mandiri yang tidak hanya bersilaturahmi, tetapi sekaligus menginisiasi koordinasi teknis yang konkret. Hal ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam mengelola ZISWaf secara profesional dan transparan. Kunjungan seperti ini sangat kami butuhkan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat pengawasan bersama agar penyaluran ziswaf tepat sasaran dan sesuai regulasi.”

Dukungan penuh juga datang dari Anshori, S.Ag, M.Sy, Kepala Seksi PD Pontren, yang melihat adanya keselarasan visi antara program Yatim Mandiri dengan bidang yang ia kelola. Dengan tegas ia menyatakan, “Kami dari seksi PD Pontren menyambut baik dan mendukung penuh koordinasi yang digagas oleh Yatim Mandiri bersama Kemenag. Banyak program Yatim Mandiri, seperti bantuan pendidikan untuk anak yatim dan pesantren, sejalan dengan arah program kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan diniyah dan kesejahteraan santri. Kolaborasi ini akan kami tindaklanjuti dengan mapping program bersama agar tidak tumpang tindih dan justru saling menguatkan.”

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan produktif tersebut menghasilkan sejumlah titik temu, di antaranya rencana penyusunan kalender bersama program ZISWaf, pembentukan tim monitoring dan evaluasi lintas sektor, serta identifikasi wilayah prioritas intervensi. Kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil koordinasi dengan pertemuan teknis lanjutan yang melibatkan perangkat daerah terkait. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi model kolaborasi antara lembaga filantropi nasional dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf untuk kesejahteraan umat.


Menutup rangkaian kunjungan, rombongan Yatim Mandiri dan jajaran Kemenag Kabupaten Probolinggo bersama-sama menegaskan komitmen untuk terus bersinergi. Fuad Azhari, S.Ag selaku Lead Program Yatim Mandiri, menyampaikan closing statement yang menggambarkan optimisme dan keberlanjutan kolaborasi, “Kami di Yatim Mandiri tidak ingin berhenti pada koordinasi ini. Sebagai Lead Program, saya memastikan bahwa setiap hasil diskusi hari ini akan kami tindaklanjuti dalam bentuk rancangan aksi nyata, mulai dari pilot project kolaborasi di beberapa desa binaan hingga pelaporan berkala kepada Kemenag. Sinergi ini harus terus bergerak, tidak hanya di atas kertas.” 

Dapat disimpulkan bahwa koordinasi lintas sektor ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan titik awal terukurnya harmoni program antara Yatim Mandiri dan Kemenag Kabupaten Probolinggo—sebuah langkah nyata menuju tata kelola ZISWaf yang berkeadilan, terintegrasi, dan berdampak luas bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kedua lembaga optimistis mampu mewujudkan ekosistem filantropi Islam yang lebih terstruktur, sinergis, dan memberdayakan. (YZ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMPUNG ZAKAT BERDAYA UMAT SEJAHTERA : Kolaborasi UPZ Kemenag, KUA dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo Bentuk Kampung Zakat di Desa Gili

Purna Tugas Penyuluh Agama Islam Fungsional: Penghormatan atas Dedikasi dan Pengabdian

EMPAT AKTA IKRAR WAKAF DITERBITKAN, EMPAT BIDANG TANAH SAH DIWAKAFKAN UNTUK MASJID BAITUR ROHMAH PUSPAN MARON