Kolaborasi dengan Kemenag & BPN, BWI Kabupaten Probolinggo Sukses Gelar Rapat Koordinasi : Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf dan Solusi Lapangan Jadi Sorotan


Rabu, 25 Februari 2026 -- Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi, evaluasi, dan pembahasan program kerja 2026 di Pondok Pesantren Ulil Albab, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri seluruh jajaran pengurus Badan Pelaksana, yakni Romly Syahir (Ketua), Yazid Zain (Sekretaris), Ismail (Wakil Ketua), Nasir (Bendahara), Imam Mudin Nur Fajri (Divisi Pembinaan Nazhir & Pengelolaan Wakaf), Wawan Ali Suhudi (Divisi Kerjasama, Kelembagaan, dan Advokasi), Muchlison (Divisi Hubungan Masyarakat, Sosialisasi, dan Literasi), Muh. Amin (Divisi Pengawasan dan Tata Kelola), serta Abdussalam (Divisi Pendataan, Sertifikasi, dan Ruilslagh). Rapat ini bertujuan menyelesaikan problematika wakaf terkini di lapangan secara tuntas.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris BWI, Yazid Zain, yang membuka pengantar dengan menekankan urgensi koordinasi internal. "Kita harus bersinergi untuk mengatasi tantangan wakaf di Probolinggo, khususnya percepatan program 2026 agar berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Yazid Zain. Pengantar ini langsung disambut antusiasme peserta, membuka diskusi mendalam tentang agenda utama.

Sambutan resmi disampaikan Ketua Badan Pelaksana, Romly Syahir, yang menyoroti komitmen BWI dalam pengelolaan wakaf berkelanjutan. "Rapat ini momentum strategis untuk evaluasi dan penyusunan program kerja 2026, demi mewujudkan wakaf produktif sesuai mandat nasional," kata Romly Syahir. Beliau juga mengapresiasi kehadiran penuh jajaran, yang menandakan solidaritas kuat dalam menangani isu lapangan.

Agenda rapat membahas berbagai problematika wakaf terkini, antara lain program percepatan sertifikasi tanah wakaf, penyelesaian Nazhir Sementara melalui APAIW (Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf) yang akan disosialisasikan ke seluruh Kepala KUA Kecamatan; mekanisme pelantikan pergantian Nazhir oleh BWI sesuai Kompilasi Hukum Islam (KHI); sosialisasi format pengajuan pergantian Nazhir kepada KUA dan stakeholder; serta monitoring dan evaluasi lembaga wakaf beserta pembaharuan data wakaf produktif. Imam Mudin Nur Fajri, dari Divisi Pembinaan Nazhir, menambahkan, "Langkah APAIW ini krusial untuk mempercepat sertifikasi, sementara pembaharuan data akan memastikan wakaf produktif terpantau akurat."

Diskusi berlangsung meriah dengan sesi tanya jawab hangat, di mana setiap agenda dibahas satu per satu hingga menghasilkan solusi konkret untuk implementasi lapangan. Wawan Ali Suhudi dari Divisi Kerjasama menyatakan, "Koordinasi ini menghasilkan roadmap jelas, termasuk advokasi ke stakeholder untuk pergantian Nazhir dan monitoring lembaga wakaf yang lebih ketat." Muh. Amin dari Divisi Pengawasan menambahkan, "Pengawasan tata kelola akan diperkuat pasca-rapat, terutama pada pembaharuan data untuk transparansi optimal."

Rapat ditutup dengan pembacaan kesimpulan akhir dan agenda tindak lanjut oleh Sekretaris Yazid Zain serta pimpinan rapat. Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung meriah, mempererat silaturahmi antarpeserta. Abdussalam dari Divisi Pendataan menuturkan, "Momen seperti ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tapi juga membangun komitmen bersama untuk wakaf Probolinggo yang lebih maju melalui evaluasi data terkini." (YZ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMPUNG ZAKAT BERDAYA UMAT SEJAHTERA : Kolaborasi UPZ Kemenag, KUA dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo Bentuk Kampung Zakat di Desa Gili

Purna Tugas Penyuluh Agama Islam Fungsional: Penghormatan atas Dedikasi dan Pengabdian

EMPAT AKTA IKRAR WAKAF DITERBITKAN, EMPAT BIDANG TANAH SAH DIWAKAFKAN UNTUK MASJID BAITUR ROHMAH PUSPAN MARON