Rapat Koordinasi & Evaluasi Kinerja BWI Kabupaten Probolinggo: Langkah Bersama Memperkuat Wakaf Sebagai Pilar Peradaban
Pada hari Sabtu, 8 November 2025, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kinerja yang berlangsung hangat dan produktif di kediaman Wakil Ketua Pelaksana, H. Ismail, SH, yang beralamat di Jl. Ir. Juanda RT.47 RW.01, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap pengurus BWI Kabupaten Probolinggo yang berasal dari berbagai unsur, yakni Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pemkab Probolinggo, Kantor Urusan Agama (KUA), dan Penyuluh Agama Islam serta Tokoh Agama.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Romly Syahir selaku Ketua BWI Kabupaten Probolinggo menegaskan, "BWI harus menjadi konklusi dan monumen peradaban. BWI harus mendorong wakaf uang sebagai legacy yang menjadi warisan berharga bagi kemaslahatan umat dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan."
Menurutnya, sebagai institusi yang memayungi wakaf secara nasional, BWI memiliki peran strategis untuk memastikan wakaf tidak hanya sebagai amalan tradisional, tetapi juga sebagai warisan berharga yang berdampak jangka panjang bagi kemajuan umat dan bangsa.
Sementara itu, H. Ismail, SH, selaku tuan rumah dan perwakilan BPN sekaligus Wakil Ketua Pelaksana, menyampaikan apresiasi atas kinerja BWI. Ia menyatakan, "Peran serta BWI dalam mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Probolinggo sangat signifikan. Dengan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, kita dapat memastikan tanah wakaf terlindungi secara hukum dan dikelola secara transparan dan profesional."
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris BWI, Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I, mengangkat agenda penting terkait percepatan proses Akta Ikrar Wakaf (AIW) yang menjadi langkah pertama menuju sertifikasi tanah wakaf. Selain itu, rapat membahas mendorong perubahan nadzir dari perseorangan menjadi nadzir berbadan hukum, agar pengelolaan wakaf menjadi semakin kuat secara hukum, transparan, dan profesional. Berbagai problematika aktual terkait wakaf di lapangan juga menjadi fokus diskusi, mencari solusi agar penyelesaian dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Agenda unggulan lainnya adalah program “Legasi BWI dalam Membangun Peradaban melalui wakaf uang dan wakaf produktif lainnya.” Program ini bertujuan menjadikan wakaf sebagai harta kekal yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat dan memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan sosial.
Suasana rapat berlangsung dengan penuh rasa kebersamaan dan semangat kolaborasi. Diskusi berlangsung dinamis antara peserta, bertukar gagasan dan pengalaman demi kemajuan wakaf di Kabupaten Probolinggo, sekaligus mengokohkan sinergi antar lembaga yang terlibat.
Sebagai penutup, rapat menyepakati komitmen bersama untuk terus mempercepat sertifikasi tanah wakaf dan menguatkan pengelolaan wakaf agar dapat menjadi salah satu pilar utama pembangunan peradaban. Semua pihak berharap langkah strategis ini akan menghasilkan wakaf yang lebih bermanfaat dan berdaya guna untuk masa depan yang lebih baik (YZ)
Komentar
Posting Komentar