BERDAYAKAN EKONOMI UMAT DENGAN ZAKAT -- Rakorda BAZNAS Jatim 2025 : Langkah Nyata Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam Mendukung Asta Cita

Kemenag Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh penyelenggara zakat dan wakaf, Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I, turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan penting ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita,” dan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (8/10) hingga Jumat (10/10), di Ballroom Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, diikuti sekitar 300 peserta dari BAZNAS kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Memasuki hari kedua, Kamis, 9 Oktober 2025, sejumlah materi krusial disampaikan oleh narasumber ahli. Drs. CAj. Kol.(Purn) Nur Chamdani, pimpinan BAZNAS RI pembina wilayah Jawa Timur, mengupas dasar hukum pengelolaan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lain (DSKL), sekaligus menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Badan Amil Zakat. Ia memaparkan secara mendalam agar seluruh jajaran dapat memahami landasan hukum dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.

Selanjutnya, suasana ruang rapat menjadi hangat saat Drs. Achsanul Haq, M.Pd.I, Wakil Ketua II BAZNAS Jatim, bersama Dr. KH. Muhammad Zakki, M.S.I, Wakil Ketua III, menyampaikan materi penguatan perencanaan program pendistribusian dan pelaporan BAZNAS Jawa Timur secara efektif. Keduanya menegaskan, “Perencanaan yang baik akan memastikan zakat tersalurkan tepat sasaran dan pelaporan sesuai standar, sehingga akuntabilitas dan transparansi berjalan dengan optimal.” 
Para peserta menyimak dengan penuh antusias guna mengaplikasikan strategi tersebut di daerah masing-masing.

Acara selanjutnya menghadirkan Direktur Bank BPR Jatim yang membawakan sosialisasi program pemberdayaan ekonomi. Direktur tersebut menjelaskan berbagai program inovatif pendukung pemberdayaan ekonomi mustahik dan muzaki yang selama ini berjalan, disambut dengan sesi tanya jawab yang seru dan interaktif antara peserta dan narasumber, sehingga menguatkan pemahaman praktis tentang pemberdayaan ekonomi melalui zakat dan wakaf.

Malam harinya, giliran Dr. KH. Husnul Khuluq, M.M, Wakil Ketua IV BAZNAS Jatim bersama KH. Masnuh, M.A memaparkan materi penguatan standar tata kelola, strategi, SOP, serta target pengumpulan zakat. Dalam penyampaiannya, keduanya menekankan pentingnya kelembagaan yang kuat dan standar operasional prosedur yang jelas agar target pengumpulan dapat tercapai, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang melibatkan seluruh peserta terbagi dalam beberapa bidang, dipimpin oleh Tim BAZNAS Jatim, untuk membahas agenda teknis dan merumuskan rekomendasi. Rakorda ini diakhiri dengan Sidang Pleno yang berisi pemaparan hasil sidang komisi oleh perwakilan peserta serta pembuatan keputusan, kesimpulan hasil rapat, dan rekomendasi strategis untuk penguatan BAZNAS di Jawa Timur.

Selain Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I dari Kemenag Kabupaten Probolinggo, hadir pula Tim BAZNAS dan utusan Pemkab Probolinggo yang dipimpin oleh Drs. KH. Achmad Muzamil, menandai sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mendukung program zakat yang efektif dan berkelanjutan. (YZ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMPUNG ZAKAT BERDAYA UMAT SEJAHTERA : Kolaborasi UPZ Kemenag, KUA dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo Bentuk Kampung Zakat di Desa Gili

Purna Tugas Penyuluh Agama Islam Fungsional: Penghormatan atas Dedikasi dan Pengabdian

EMPAT AKTA IKRAR WAKAF DITERBITKAN, EMPAT BIDANG TANAH SAH DIWAKAFKAN UNTUK MASJID BAITUR ROHMAH PUSPAN MARON