Wujudkan Mustahik Menjadi Muzakki : Kemenag dan LAZ Dompet Dhuafa Lanjutkan Pemetaan Potensi Desa Ngepung Menuju Kampung Zakat
Balai Desa Ngepung, Jumat, 25 Juli 2025 -- Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf kembali menggandeng LAZ Dompet Dhuafa dalam upaya lanjutan pemetaan potensi sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025 ini merupakan bagian dari proses penting dalam pengusulan Desa Ngepung sebagai lokasi Program Pendampingan Kampung Zakat.
Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Ngepung, yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, tim Kemenag, tim Dompet Dhuafa, Penyuluh Agama Islam, serta staf dari KUA Kecamatan Sukapura. Fokus utama kegiatan adalah musyawarah bersama warga, diskusi mendalam, serta penjaringan ide dan gagasan program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam forum ini, warga menyampaikan beberapa potensi kegiatan ekonomi yang dapat dikembangkan melalui program Kampung Zakat, antara lain : 1) Sektor pertanian – budidaya tanaman cabai, 2) Sektor peternakan – pengembangan sapi perah, 3) Sektor wisata – penguatan pelaku UMKM lokal, 4) BUMDes – tawaran kerja sama penyediaan lahan untuk pakan ternak.
Setelah proses diskusi dan pendalaman, arah program pendampingan mulai mengerucut pada dua sektor unggulan yaitu sapi perah dan UMKM, yang dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Yazid Zain, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas semangat warga Desa Ngepung yang sangat terbuka dan antusias.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat. Ini menunjukkan bahwa warga Ngepung punya kesadaran dan keinginan kuat untuk maju. Kolaborasi seperti ini yang kami harapkan, agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tapi menjadi jalan untuk kemandirian ekonomi. Kami dari Kemenag siap mendampingi dengan penuh semangat dan harapan besar,” ujarnya dengan optimis.
Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan kebanggaannya atas ditunjuknya Desa Ngepung sebagai calon lokasi pendampingan.
“Kami, seluruh jajaran KUA Sukapura, merasa bangga dan siap mendukung sepenuhnya. Ini merupakan momen penting untuk menunjukkan bahwa agama dan ekonomi bisa tumbuh berdampingan. Bersama para penyuluh, staf, dan stakeholder lainnya, kami akan mendampingi proses ini dengan sepenuh hati. Semangat warga Ngepung sangat luar biasa, dan itu menjadi energi positif bagi kami semua,” ujarnya penuh semangat.
Dukungan serupa juga datang dari perangkat Desa Ngepung, yang menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan program dan mendukung semua proses pemberdayaan masyarakat.
Priyanto, perwakilan dari LAZ Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menjadikan zakat sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat.
“Zakat bukan hanya untuk bantuan konsumtif. Lebih dari itu, zakat adalah instrumen sosial yang bisa mengangkat derajat ekonomi masyarakat. Target kami jelas: para mustahik yang hari ini menerima bantuan, suatu hari menjadi muzakki yang bisa menunaikan zakatnya sendiri karena telah mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Program ini akan difokuskan pada pendampingan, pelatihan, dan penguatan ekonomi lokal melalui sektor-sektor yang dipilih langsung oleh masyarakat.
Nur Hamsah, Koordinator Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sukapura, menyatakan optimisme dan kesiapan timnya untuk ikut berkomitmen mengawal program ini.
“Kami para penyuluh siap turun langsung dan menjadi bagian dari proses pendampingan ini. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Ngepung menjadi kekuatan besar. Insya Allah, kami siap bahu membahu menjadikan program Kampung Zakat ini berhasil dan memberi dampak nyata,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, penyuluh, dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, berdaya, dan sejahtera. Dengan arah program yang sudah mulai terpetakan, harapannya Desa Ngepung segera ditetapkan sebagai Kampung Zakat, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya (YZ)
Komentar
Posting Komentar