Mengenang Peristiwa Perang Yamamah, KUA Tongas Gelar Gema Rindu Ramadhan dan Gugah Kesadaran Berzakat

 


Probolinggo, Rabu, 19 Maret 2025 - KUA Kecamatan Tongas kali ini menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Gema Rindu Ramadhan 2025 (Gerakan Menyantuni Ribuan Dhuafa dan Anak Yatim di Bulan Ramadhan). Kegiatan ini dihadiri oleh 150 dhuafa dan anak yatim yang berasal dari wilayah Kecamatan Tongas dan didukung oleh Penyuluh Agama Islam, Pengawas, Satker (RA, MI, MTS dan MA), Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA, para tokoh masyarakat serta stakeholder lainnya, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah.



Dalam sambutan singkatnya, Kepala KUA Kecamatan Tongas, Moh. Wildan Mahbubul Haq menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyantuni dhuafa dan anak yatim di bulan Ramadhan. "Semoga penyaluran zakat ini dapat membantu meringankan beban kaum dhuafa dan memberikan harapan baru bagi anak-anak yatim. Kami berharap bahwa dengan penyaluran zakat ini, kita dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mereka dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Semoga juga penyaluran zakat ini dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam membantu kaum dhuafa dan anak-anak yatim. Mari kita bergandengan tangan untuk membantu mereka yang membutuhkan dan menjadikan masyarakat kita lebih harmonis dan sejahtera" tukasnya. Wildan juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyaluran zakat ini. Ia berharap semoga Allah SWT memberkahi  dan menjadikan amal ini sebagai ibadah yang diterima di sisi-Nya.



Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilakukan oleh umat Islam yang mampu. Zakat adalah membersihkan harta dan jiwa dengan mengeluarkan sebagian dari harta yang dimiliki untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.



Penyelenggara Zakat dan Wakaf juga menyampaikan tentang sejarah zakat dan perang Yamamah. "Perang Yamamah adalah perang yang terjadi pada tahun 11 Hijriyah, di mana kaum muslimin dipimpin oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq melawan kaum musyrik yang menolak membayar zakat," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Perang Yamamah adalah perang yang terjadi pada tahun 11 Hijriyah (632 M) di Yamamah, Arab Saudi. Dalam perang ini, sekitar 70.000 syuhada hafidz Al-Qur'an gugur sebagai syuhada. Perang Yamamah ini merupakan perang yang penting dalam sejarah Islam karena menandai perjuangan umat Islam untuk mempertahankan ajaran Islam dan menegakkan perintah zakat serta menjaga kesatuan umat.

"Perang Yamamah ini juga yang mendorong Khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan dan menulis Al-Qur'an yang disebabkan banyaknya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang gugur di medan perang. Khalifah Abu Bakar kemudian berinisiatif membentuk panitia penulis Al-Qur'an dengan menunjuk Zaid bin Tsabit untuk memimpin panitia dalam menghimpun Al-Qur'an dalam satu mushaf. Zaid bin Tsabit dipilih karena memiliki kemampuan dalam bidang qira'at, hafalan, penulisan, dan pemahaman Al-Qur'an. Zaid mengumpulkan Al-Qur'an yang masih berserakan di pelepah kurma, kepingan-kepingan batu, dan dari para penghafal Al-Qur'an. Selain Zaid bin Tsabit, beberapa sahabat yang pandai membaca dan menulis juga ditugaskan untuk mencatat setiap Al-Qur'an yang turun, di antaranya Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan, dan Ubay bin Kaab.", jelasnya dengan rinci.




Yuliyati, salah seorang pengawas madrasah selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian ASN di lingkungan KUA Tongas sebagai bagian dari Keluarga Besar Kementerian Agama terhadap dhuafa dan anak yatim. "Paket santunan yang terkumpul berasal dari zakat, infak dan sedekah dari segenap ASN di lingkungan Satker dan KUA. "Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dhuafa dan anak yatim di Kabupaten Probolinggo," ujarnya. Ia berharap semoga partisipasi dari para muzakki tahun depan makin meningkat.



Kegiatan selanjutnya adalah pentasyarrufan ZIS kepada para dhuafa dan anak yatim dilakukan secara tertib. Dengan gembira, para mustahiq menerima paket yang berisi beras, minyak goreng, biskuit dan lainnya yang dibutuhkan dhuafa. (YZ)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMPUNG ZAKAT BERDAYA UMAT SEJAHTERA : Kolaborasi UPZ Kemenag, KUA dan BAZNAS Kabupaten Probolinggo Bentuk Kampung Zakat di Desa Gili

Purna Tugas Penyuluh Agama Islam Fungsional: Penghormatan atas Dedikasi dan Pengabdian

EMPAT AKTA IKRAR WAKAF DITERBITKAN, EMPAT BIDANG TANAH SAH DIWAKAFKAN UNTUK MASJID BAITUR ROHMAH PUSPAN MARON