BUKA MINDSET KEWIRAUSAHAAN : Gara Zawa Kemenag bersama LAZ Yatim Mandiri Dampingi Bunda Mandiri Sejahtera Study Kewirausahaan Farm House
Selasa, 19 November 2024 -- Untuk meningkatkan skill dan membuka mindset kewirausahaan, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama LAZ Yatim Mandiri melaksanakan kegiatan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (KUA-PEU) berupa kegiatan edukasi kemandirian ekonomi bagi kelompok Bunda Mandiri Sejahtera Probolinggo dengan mengadakan studi kewirausahaan Farm House di GRIBIO OYEYE DJAMOER TIRAM Desa Gajah Bendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.
Studi kewirausahaan ini diikuti oleh ibu-ibu anggota kelompok Bunda Mandiri Sejahtera (BISA) Kabupaten Probolinggo sebanyak kurang lebih 20 orang. Turut mendampingi dari Kemenag adalah Moh. Sa'dun (Kasubbag TU), Yazid Zain (Gara ZAWA), Noor Fajar Hamsah (Pelaksana) serta Sayidina Ali) Penyuluh Agama Islam P3K Kecamatan Dringu). Sedangkan dari pihak LAZ Yatim Mandiri adalah Abdul Aziz (Manajer), Fuad Azhari (Staff Program) dan Ratna Fitriani (Fasilitator).
Dalam sambutannya, Moh. Sa'dun menyatakan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi Umat seperti yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) diharapkan berdampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. "Studi Kewirausahaan Budidaya Jamur Tiram untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di wilayah KUA Kecamatan Dringu adalah solusi yang paling tepat dan mudah dilaksanakan sehingga perlu dikembangkan lebih jauh. Kemenag sangat mendukung terobosan ini".
Yazid Zain salahku Penyelenggara Zakat dan Wakaf akan berupaya untuk memberikan fasilitasi & dukungan penuh mengingat kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan Kemenag. "Kita perlu membangun koordinasi lintas sektor yang kuat terutama antara LAZ Yatim Mandiri, KUA, Penyuluh dan stakeholder lainnya" tegas. Ia menambahkan tanpa dukungan semua pihak tentu kegiatan yang berorientasi pada peningkatan pemberdayaan ekonomi umat akan sulit terwujud.
Sebagai pemateri tunggal adalah owner Gribio Oyeye Djamoer Tiram, Ibu Yani. Ia menjelaskan tentang teknik pengolahan aneka produk makanan ringan berupa es krim, nugget dan kue yang berbahan dasar jamur tiram berbagai varian rasa. Dilanjutkan dengan teknik pengemasan, sampai dengan pemasaran. Yani juga menjelaskan potensi besar dari pembudidayaan jamur tiram untuk meningkatkan ekonomi masyarakat terutama kalangan bawah. "Tak perlu lahan luas dan biaya mahal, yang penting ada kesabaran, ketelatenan dan kemauan yang keras untuk berusaha. Selalu terbuka untuk inovasi baru", tegasnya.





Komentar
Posting Komentar