PENDAMPINGAN
DAN SUPERVISI KUA PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT KUA KECAMATAN DRINGU : MERUBAH
MUSTAHIK MENJADI MUZAKKI
PenZawa (Selasa, 22 Oktober 2024) Bertempat di Dusun Sekolahan Desa Sumbersuko Kecamatan Dringu, Penyelenggara Zakat & Wakaf Kemenag Kab. Probolinggo bekerjasama dengan LAZ Yatim Mandiri menggelar Pendampingan dan Supervisi KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat. Yazid Zain selaku Penyelenggara Zawa Kemenag Kab. Probolinggo menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan yang Bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang berlokasi di wilayah KUA Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo adalah meningkatkan perekonomian mustahik (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kebutuhan sembako tercukupi, pelayanan dan perlindungan sosial, pembinaan mental, dan membuka lapangan pekerjaan).
Abdul Aziz selaku Kepala Cabang
LAZ Yatim Mandiri menjelaskan latar belakang kronologis masuknya LAZ Yatim
Mandiri ke Desa Sumbersuko berawal dari pembentukan kelompok bimbingan belajar
bagi anak-anak yatim dhuafa terutama pada saat Covid-19 melanda. LAZ Yatim
Mandiri memberikan bantuan berupa fasilitas internet untuk media belajar bagi
anak-anak tersebut karena adanya pembatasan pergerakan masyarakat untuk
mencegah penyebaran virus Covid-19 termasuk anak-anak. Mereka diharuskan
belajar secara daring. Selanjutnya kemudian berkembang kepada pemberian bantuan
beasiswa termasuk juga orang tua atau wali dari anak-anak tersebut menjadi
sasaran untuk diberikan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa bimbingan dan modal
usaha hingga berkembang menjadi Bunda Mandiri Sejahtera seperti saat ini yang
anggotanya adalah para ibu-ibu yatim dan dhuafa.
Fuad Azhari selaku staf program LAZ Yatim Mandiri menegaskan bahwa seluruh biaya yang dikeluarkan oleh LAZ Yatim Mandiri berasal dari dana ZIS yang disetorkan oleh para donatur yang percaya dan ikhlas kepada LAZ. Agar LAZ tidak memiliki ketergantungan dan mengandalkan bantuan dari para donatur maka kemudian mengambil inisiatif dengan menggalakkan program produktif dengan mengembangkan dana ZIS tersebut dalam bentuk usaha yang bersifat profit oriented seperti budidaya jamur tiram yang sedang dilaksanakan di desa Sumbersuko Kecamatan maron Kabupaten Probolinggo. Hasil dari pemberdayaan jamur tersebut digunakan untuk mensejahterakan anggota sehingga mereka perlahan tapi pasti mengalami penguatan ekonomi yang pada akhirnya akan memberdayakan para peserta binaan dari mustahik menjadi Muzakki.
Ratna Fitriani selaku fasilitator
Kelompok Bunda Mandiri Sejahtera (BISA) menjabarkan tentang program
pemberdayaan ekonomi yang digagas oleh LAZ Yatim Mandiri, diantaranya adalah :
Pembentukan Kelompok Binaan
Berawal dari bimbingan belajar bagi anak-anak yatim dhuafa berupa fasilitasi internet pada saat covid 19 melanda, berkembang menjadi pemberian bantuan beasiswa pendidikan. Selanjutnya program ini menyasar pada orang tua atau wali dari anak yatim dhuafa tersebut untuk diberdayakan berupa pemberian bantuan untuk membebaskan mereka dari jeratan hutang rentenir yang dikenal dengan program pembebasan hutang atau probintang.
Pembinaan Rohani Bunda Yatim
berupa
kegiatan pengajian rutin dan kajian majelis taklim Di mana para ibu-ibu
tersebut ditingkatkan wawasan ilmu agamanya terutama praktek ibadah sehari-hari
yang di bimbing Ustad Sumiarto Wibowo yang diadakan setiap minggu sekali.
Penyaluran Bantuan Kebutuhan
Pokok
Setelah
para ibu-ibu tersebut dibebaskan dari jeratan hutang hutang para rentenir dan
memperoleh penguatan secara ruhani melalui kelompok pengajian majelis taklim,
kegiatan berikutnya setelah selesai acara pengajian mereka juga diberikan
bantuan kebutuhan sembako untuk mencukupi dan menopang kebutuhan mereka
sehari-hari.
Penyaluran Bantuan Modal Usaha
Dimaksudkan
agar para bunda-bunda yatim dhuafa tersebut memiliki kemauan untuk membuka
usaha guna memperkuat ekonomi rumah tangganya maka LAZ Yatim Mandiri memberikan
bantuan modal usaha.
Pelatihan dan Pembinaan Usaha Bunda
Setelah
para bunda yatim tersebut mendapatkan modal usaha maka kemudian tugas
selanjutnya dari LAZ Yatim Mandiri memberikan pelatihan dan pembinaan usaha
yang disesuaikan dengan kondisi para Bunda tersebut sebagai calon PU dan
situasi wilayah setempat. Setelah melakukan kajian dan studi kelayakan kondisi
alam wilayah Kecamatan Dringu maka bidang usaha yang ditawarkan untuk ditekuni
adalah budidaya jamur tiram. Untuk mendukung kegiatan tersebut juga dibentuk
rumah PROJATIM (Probolinggo Jamur Tiram) yang berlokasi di Dusun Sekolahan Desa
Sumbersuko Kecamatan Dringu. Usaha Pemberdayaan Ekonomi Umat berupa budidaya
jamur tersebut kini sudah mulai
dapat
menghasilkan uang karena produknya mulai disukai oleh masyarakat luas bahkan
sampai merambah kepada lembaga pendidikan. Produk yang dihasilkan adalah berupa
olahan jamur seperti sate jamur, gorengan jamur, Snack, bahan baku untuk sayur
dan aneka kebutuhan lainnya. Secara perlahan budidaya jamur tersebut mampu
memberikan penghasilan tambahan kepada para anggotanya. Sehingga setiap acara pengajian Mereka sudah
dapat berinfak, menyisihkan sebagian kecil penghasilannya. Kegiatan ini
bertujuan untuk membiasakan para ibu-ibu tersebut menjadi pribadi yang dermawan
dan pada waktunya kelak secara perlahan akan merubah status mereka dari
mustahik yang hanya menerima bantuan menjadi Muzakki yang memberikan bantuan
dan donasi sebagaimana tujuan akhir dari program pemberdayaan ekonomi umat.
Maswan Ismawadi Tambunan --
mahasiswa dari UIN Malang yang sengaja melakukan penelitian tentang budidaya
jamur yang dilakukan di desa Sumbersuko Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo
menjelaskan tentang materi teknis budidaya jamur, potensi serta hambatannya,
peluang dan tantangannya serta prospeknya bagi penguatan ekonomi umat di masa
yang akan datang. (YZ)


.jpeg)



Komentar
Posting Komentar